Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Friday, 16 September 2016

Wow, Ternyata Ada Bakteri Di Wajah Pencegah Jerawat

Jerawat memang nyebelin. Datang pergi setiap kali. Diobati tidak pernah bisa benar-benar sembuh dan membuat muka menjadi tidak cantik. Tahukah Anda bahwa ternyata ada bakteri di wajah yang bisa mencegah timbulnya jerawat? 
wajah tanpa jerawat

Ada banyak faktor penyebab jerawat yang secara medis dikenal dengan sebutan acne vulgaris ini. Salah satunya adalah bakteri Propionibacterium acnes yang banyak hinggap di kulit manusia. Pertumbuhan bakteri secara mendadak dapat membuat sistem kekebalan tubuh jadi waspada dan memicu peradangan sehingga muncullah jerawat.

Baru-baru ini, para ilmuwan menemukan bahwa virus jinak yang hidup di kulit merupakan penangkal alami bakteri penyebab jerawat. Virus ini sejenis bakteriofag, yaitu virus yang hanya makan bakteri, bukan sel manusia dan berbeda dengan virus HIV atau polio.

Dalam laporan yang dimuat jurnal mBio, peneliti menjelaskan bahwa bakteriofag di wajah ini secara alami mencari bakteri penyebab jerawat. Karena tinggal di tempat yang sama bahkan bisa dibilang bertetangga, virus ini diyakini lebih ampuh mengatasi jerawat daripada obat-obatan yang ada di pasaran.

Ironisnya, virus ini sebenarnya telah ditemukan beberapa puluh tahun yang lalu. Para ilmuwan di University of California, Los Angeles dan di University of Pittsburgh pun menduga bahwa obat jerawat jenis baru bisa dibuat dari virus ini. Tentunya kesimpulan ini didasarkan pada analsis genetik terlebih dahulu,

Untuk mengobati jerawat, ada berbagai cara yang dapat dilakukan. Namun setiap pendekatan tersebut memiliki keterbatasan. Misalnya, antibiotik akhirnya gagal karena bakteri dapat menjadi resisten. Selain itu, obat jerawat banyak memiliki efek samping yang merugikan.

Menggunakan virus bakteriofag untuk membunuh bakteri jerawat ini bisa menjadi pendekatan yang lebih efisien karena pada dasarnya virus tersebut adalah predator alami, bukan antibiotik sintetis.

“Yang paling menjanjikan adalah temuan bahwa bakteri jerawat dan virus bakteriofag memiliki gen yang sederhana dan hampir identik. Nampaknya hal ini diakibatkan dari habitatnya yang unik dan terbatas,” kata peneliti, Robert Modlin seperti dilansir NBC News.

Intinya, bakteriofag saja sudah dapat dijadikan sebagai pembunuh bakteri penyebab jerawat. Virus ini bisa digunakan secara langsung sebagai obat atau terapi. Dokter dapat mengisolasi elemen virus yang ampuh, namun pengujian laboratorium masih diperlukan untuk menemukan komposisi virus yang tepat.

Dalam percobaan di laboratorium, virus mampu membunuh seluruh bakteri penyebab jerawat. Kini, para peneliti berencana mengisolasi protein aktif dari virus dan menguji apakah memiliki efektifitas yang sama seperti virus aslinya.
sumber: detik.com

Sunday, 21 August 2016

Jenis-Jenis Jerawat, Pencegahan dan Pengobatannya (Lengkap)


Penyakit jerawat yang menyerang remaja dan orang dewasa ini ternyata berbeda-beda. Hal ini biasanya tergantung dari jenis kulit wajah atau faktor lain yang dapat mempengaruhi munculnya jerawat pada wajah.

Jika di lihat dari segi tempat munculnya maka jerawat terbagi menjadi dua yaitu jerawat wajah dan badan. Sedangkan yang sedang kita bahas di sini adalah jenis jerawat wajah sebagaimana umumnya. Jerawat itu jenisnya berbeda-beda. Makanya sering kita  bertanya kenapa jerawat yang kamu miliki dengan yang temanmu memiliki bentuknya berbeda?. Padahal keduanya sama-sama biasa disebut jerawat. Tapi boleh jadi jerawat yang menyerang Anda warnanya lebih merah besar sedangkan punya kawanmu terlihat putih kecil-kecil.

Untuk menjawab kegelisahan itu maka berikut ini adalah beberapa jenis jerawat wajah yang dikutip dari berbagai sumber.
Jenis-jenis jerawat wajah

Tipe Non-Inflammatory
Maksudnya, jerawat dalam jenis ini merupakan jerawat yang tidak membikin sakit dan tidak akan bertambah besar. Yang termasuk kategori ini adalah, komedo Putih (whiteheads) dan komedo hitam (blackheads).

Kedua komedo merupakan akibat dari pori-pori yang tersumbat di mana disebabkan oleh sel-sel kulit mati dan kelenjar minyak yang berlebihan pada kulit. Ini terjadi bila Anda tidak rajin membersihkan kulit wajah sehingga sel-sel kulit mati menumpuk dan minyak di permukaan kulit kemudian menutup sel-sel kulit, lalu terjadilah penyumbatan. Make up dan produk penataan rambut yang mengandung minyak juga dapat memperparah keadaan ini.

Keterangan pada gambar tersebut juga tampak secara jelas bagaimana perbedaannya antara keduanya. Jika bentuk komedonya tertutup maka disebut dengan whitehead (gambar A) sedangkan komedo yang terbuka disebut dengan blackhead (gambar B). Namun, penting untuk diketahui bahwa warna hitam pada blackhead bukanlah kotoran melainkan adanya penyumbatan pada pori-pori yang berubah warna karena teroksidasi dengan udara. Kedua jenis jerawat ini juga termasuk golongan jerawat ringan dan bisa langsung disembuhkan dengan facial (baik facial di salon maupun dilakukan sendiri).

Lalu bagaimana cara mengobati dan mencegahnya?. Langkah pencegahannya ialah dengan mencuci muka setiap pagi dan malam hari dengan pembersih yang mengandung salicylic-acid atau AHA atau BHA untuk mengelupas sel-sel kulit mati. Selain itu, Anda juga bisa lakukan men-scrub kulit wajah minimal seminggu sekali.

Jika Anda bepergian, jangan lupa bawalah selalu kertas penyerap minyak untuk menyerap kelebihan minyak di wajah. Anda juga bisa kenakan masker untuk kulit berminyak seminggu sekali. Sedangkan untuk langkah penyembuhannya, Anda dapat menggunakan plester pore strips untuk menghilangkan blackheads pada wajah. Sementara untuk whitehead sebaiknya Anda gunakan obat jerawat yang mengandung salicylic-acid.

Tipe Inflammatory
Merupakan jerawat yang sering menimbulkan rasa sakit dan kemungkinan dapat terus bertambah besar serta disertai warna merah. Jerawat ini berbeda dengan tipe komedo, karena penyebab jerawat ini tidak hanya karena pori-pori yang tersumbat sehingga minyak tidak dapat keluar, akan tetapi juga terinfeksi oleh bakteri. Berikut ini adalah jenis-jenis yang termasuk inflammatory:

1). Papule
Ini merupakan jenis jerawat klasik yang mudah dikenali karena terdapat tonjolan kecil berwarna pink atau kemerahan. Hal ini disebabkan oleh pori-pori yang tersumbat dan terinfeksi dengan bakteri yang terdapat di permukaan kulit. Faktor yang menyumbatinya bermacam-macam, dari lap, kain, jari tangan atau dari telepon.

Faktor seperti adanya stress, hormon dan udara yang lembab dapat memperbesar kemungkinan infeksi jerawat ini. Mengapa?, karena kondisi tersebut dapat merangsang kulit untuk memproduksi minyak. Sebagaimana kita ketahui, minyak merupakan salah satu makanan favorit bagi bakteri P. acnes. Sehingga bakteri dapat berkembang biak di sana.

Bagaimana cara pencegahan dan pengobatannya?.

Untuk jenis jerawat ini Anda dapat melakukan pembunuhan terhadap bakteri pada wajah Anda. Untuk membunuh bakteri-bakteri tersebut sebaiknya Anda gunakan sabun muka yang mengandung benzoyl-peroxida atau sabun sulfur. Anda juga bisa gunakan masker anti bakteri atau jerawat dalam seminggu sekali.

Namun, jika obat-obat jerawat tersebut tidak ampuh lagi maka sebaiknya Anda konsultasikan kepada dokter kulit. Atau Anda dapat memakai obat jerawat yang mengandung vitamin A derivatif seperti Retin-A. Anda juga dapat memakai resep salep yang mengandung anti biotik seperti Garamicyn. Karena salep ini akan mampu membunuh bakteri dan mengurangi pembengkakan serta peradangan pada wajah Anda.

2). Pustule
Jenis jerawat ini termasuk yang meradang, dan muncul sebagai lingkaran merah dengan putih atau kuning pusat. Sedangkan isi cairan di dalamnya adalah nanah. Nanah tersebut terkonsentrasi  di daerah dermis dan lesi menembus ke dalam jaringan disebut bisul. Jenis jerawat ini juga jarang meninggalkan bekas. Apabila diperlakukan secara benar. Salah satunya ialah dengan tidak menyentuh jerawat tersebut dengan tangan atau benda lainnya. Sebab hal ini akan semakin memperparah keadaan.

Bagaimana pencegahan dan pengobatannya?.

Untuk membantu penanganan dan pengobatan jenis jerawat ini, lakukanlah beberapa tips berikut ini. Pertama, janganlah melakukan kontak langsung dengan jerawat misalnya diusap atau disentuh, sebab hal ini akan menyebabkan penyebaran bakteri dan tentunya akan memperburuk keadaan. Kedua, istirahatlah yang cukup dan jangan tidur sampai larut malam. Sebab tidur larut malam tidak baik untuk kulit. Hal ini karena tubuh memerlukan istirahat yang cukup untuk memainkan fungsinya dan memulihkan kondisi tubuh. Sehingga terciptalah kekebalan tubuh dan sistem hormon untuk memperbaiki diri.

Sedangkan pada tahap pengobatan, gunakanlah krim jerawat pada jerawat Anda. Jenis krim jerawat yang cocok adalah krim dan lotion dengan benzoil peroksida atau asam salisilat yang besar untuk merawat pustule. Hal ini karena obat ini efektif dalam menyerap minyak tambahan yang mengarah pada pembentukan jerawat. Namun pastikan Anda memakainya secara benar sebab terlalu banyak memakai krim dapat menyebabkan kulit di sekitarnya menjadi kering. Jika Anda menderita serangan jerawat yang ekstrem, akan lebih baik untuk berkonsultasi dengan dokter kulit untuk pengobatan yang tepat.

Selain itu, Anda dapat menggunakan herbal seperti obat minyak pohon teh yang dioleskan langsung di wajah Anda sebanyak dua kali sehari. Sampai saat ini, di Barat minyak pohon teh dianggap sebagai pengobatan jerawat yang terbaik, meskipun sayangnya 10% dari populasi memiliki beberapa bentuk reaksi alergi terhadap minyak pohon teh.

Pilihan lain untuk mencoba jerawat Anda adalah aloe Vera topeng pengobatan. Ini adalah pilihan yang baik tidak hanya untuk merawat kondisi jerawat, tetapi juga untuk meningkatkan kesehatan kulit. Anda dapat menerapkannya secara merata di wajah Anda, atau memakannya sebagai makanan. Selain itu, Anda juga dapat meminum jus jahe. Sebab jahe memiliki kandungan anti bakteri dan anti-kobaran properti.

3). Nodule
Jerawat tipe ini terdiri dari titik-titik yang jauh lebih besar, bisa sangat menyakitkan, dan kadang-kadang dapat berlangsung selama berbulan-bulan. Nodule yang besar, keras gundukan dan berada di bawah permukaan kulit. Seperti semua bentuk jerawat, jerawat jenis ini dimulai ketika bakteri bertumbuh dalam minyak yang telah berhasil mencapai folikel rambut. Nodular jerawat dapat berbentuk menjadi jerawat yang besar, bahkan lebih besar dari papule. Nodule dapat tumbuh hemorrhagic atau suppurative, dan umumnya berbentuk tonjolan besar di bawah permukaan kulit.

Bagaimana pencegahan dan pengobatannya?.

Cara perawatannya ialah dapat dilakukan berbagai cara. Pertama, dengan menggunakan baking soda di usapkan ke kulit yang terkena jerawat. Sebab hal ini dapat secara efektif membunuh bakteri yang menulari kulit. Sehingga mengurangi frekuensi jerawat dan membantu nodule-nodule aktif berkurang. Baking soda dapat dilakukan dalam beberapa cara yang berbeda. Di antaranya sebagai toner, sebagai scrub dan sebagai kompres. Sebagai toner: campurkanlah 1 sendok teh baking soda dengan 1 cangkir air, dan tuangkan campuran ke dalam botol semprot yang bersih.

Setelah itu semprotkanlah secara perlahan toner tersebut ke kulit wajah yang sudah dibersihkan dengan air terlebih dahulu. Sebagai scrub: campurkan 1 sendok makan soda kue dengan air secukupnya sampai terbentuk pasta. Pijat pasta ke kulit selama 20 detik, lalu bilas dengan air bersih. Sedangkan sebagai kompres: membuat pasta seperti yang Anda lakukan dengan scrub, dan tuangkanlah pada kapas. Tempelkan kapas tersebut ke bagian jerawat nodule selama 2 menit, lalu bilaslah dengan air.

Kedua, dengan menambahkan Omega Fatty Acids. Asam lemak omega sangat baik untuk memperbaiki kondisi kulit, termasuk untuk jerawat nodule. Asam lemak omega membantu organ-organ dan sistem di dalam kulit berfungsi dengan benar, meningkatkan penyerapan gizi dan kemampuan tubuh untuk sistem immune racun dan kotoran. Asam lemak omega dapat memperbaiki kulit dengan mengurangi jumlah kerja kulit dan menghilangkan kotoran, sehingga pada gilirannya mengurangi keparahan jerawat nodule.

Keempat, dengan menggunakan urine. Urine memiliki kemampuan luar biasa untuk menyembuhkan penyakit kulit parah dengan cepat dan aman. Orang dahulu telah lama mengetahuinya dan menggunakannya tidak hanya untuk merawat kondisi kulit tetapi juga sejumlah penyakit lainnya. Mengoleskan urine ke kulit dapat secara efektif mengurangi ukuran dan frekuensi jerawat nodule. Untuk hasil yang baik gunakan urine pertama pada pagi hari. Oleskanlah wajah yang berjerawat dengan menggunakan kain yang telah dilumuri urine dan biarkanlah selama 15 menit.

4). Cyst
Menurut beberapa sumber, jenis jerawat ini merupakan yang paling parah. Ukurannya besar bahkan kadang sangat besar sehingga seperti bengkak. Berbeda dengan jerawat lainnya, cyst biasanya menyebar ke seluruh wajah dengan kata lain tidak berada di satu tempat saja. Jenis jerawat ini biasanya dipengaruhi oleh riwayat genetik orang tua. Rata-rata seseorang yang memiliki riwayat penyakit jerawat jenis ini juga memiliki anggota keluarga yang memilikinya.

Bagaimana pencegahan dan pengobatannya?.

Khusus tipe jerawat ini dapat Anda konsultasikan kepada dokter kulit dan meminta resep pil antibiotik yang cocok seperti tetracycline. Bila dalam sebulan tidak ada tanda-tanda perbaikan, mintalah resep lain atau baru dari dokter Anda. Meskipun penyembuhannya memakan waktu hingga lima bulan tapi dianggap sebagai obat mujarab dan sebagai pilihan terakhir.

Sedangkan untuk pengobatannya, biasanya dokter akan menyuntik dengan cortisone yang membuat jerawat ini sembuh dalam waktu 48 jam. Jika pada saat diobati ternyata jerawat Anda termasuk dalam kategori yang kronis maka Anda akan mengalami beberapa efek samping seperti bibir pecah-pecah yang parah.

Tipe Milia
Jerawat jenis milia adalah berupa bintik-bintik putih yang hampir menyerupai whiteheads tapi ukurannya jauh lebih kecil sehingga baru terasa ketika diraba. Milia tampak seolah-olah mutiara putih dan kebanyakan orang bingung mereka dengan jerawat whitehead. Jerawat jenis Milia bisa terjadi pada bayi yang baru lahir, anak-anak maupun orang dewasa. Kalau orang Jawa biasa menyebutnya “keringet buntet”.

Jenis jerawat ini terjadi karena penumpukan sel-sel kulit mati yang tidak keluar dari dalam kulit. Milia tidak memiliki infeksi seperti whiteheads dan tidak ada bakteri atau nanah. Dalam pembentukannya, jerawat milia tidak memiliki sebum. Jika Anda mengeluarkan isi dalam jerawat ini, maka Anda hanya melihat pentolan kecil berwarna putih. Pentolan tersebut pada dasarnya adalah sel-sel kulit mati dalam wajah.

Bagaimana pencegahan dan pengobatannya?.

Oleh karena berbeda dengan tipe jerawat whiteheads maka perawatan jenis jerawat ini juga berbeda. Anda dapat mengeluarkan milia dari dalam kulit atau dipencet kemudian diobati. Cara yang efektif adalah dengan mendesak atau memencet lapisan ujung kulit yang terkena jerawat milia dan mengeluarkannya. Setelah itu, gunakanlah AHA untuk menghilangkan sel-sel kulit mati yang tinggi secara teratur. Krim vitamin A derivatif juga dapat digunakan untuk melepas lapisan kulit yang terkena jerawat ini.

Tipe Acne Rosacea
Menurut beberapa sumber, jenis jerawat ini merupakan yang sangat sulit untuk disembuhkan. Bentuknya sangat mengerikan karena biasanya menyebar ke seluruh wajah bahkan tubuh. Penyakit ini adalah gabungan dari jerawat dan rosacea. Sebagaimana kita ketahui bahwa rosacea telah mempengaruhi jutaan orang, yang kebanyakan adalah yang berusia di atas 30 tahun. Jerawat jenis ini muncul dengan warna merah yang biasanya terbatas pada pipi, hidung, dahi dan dagu. Kemerahan sering disertai oleh gundukan, jerawat, dan kulit cacat.

Pembuluh darah juga bisa menjadi lebih terlihat pada kulit. Rosacea cenderung lebih sering terjadi pada wanita, tetapi biasanya lebih berat pada laki-laki. Jika diobati dengan obat jerawat biasa, justru dapat menyebabkan pembengkakan pada hidung dan pertumbuhan berlebihan jaringan, suatu kondisi yang disebut rhinophyma. Oleh sebab itu, jika Anda menderita jenis jerawat seperti ini maka lebih baiknya berkonsultasilah dengan dokter kulit.

Jerawat jenis ini biasanya dimulai dengan kemerahan pada wajah pusat di pipi, hidung, atau dahi, tapi bisa juga kurang umum mempengaruhi leher, dada, telinga, dan kulit kepala. Pada beberapa kasus terdapat gejala-gejala tambahan seperti: semi-permanen kemerahan, telangiectasia (pelebaran pembuluh darah superficial pada wajah), berkubah merah papule (pentolan kecil) dan pustule, merah mata, seperti terbakar dan beberapa kasus lanjutan lainnya.

Bagaimana pencegahan dan Penanganannya?.

Khusus untuk jenis jerawat ini cara perawatannya tergantung pada keparahan dan sub tipenya. Jika kasusnya ringan, biasanya sering tidak diobati sama sekali, atau hanya ditutup-tutupi dengan kosmetik normal. Sedangkan obat-obatan jerawat tertentu biasanya memang menghentikan atau mengurangi kemerahan dalam beberapa minggu. Namun biasanya akan kembali segera setelah perawatan dihentikan. Lantas bagaimana caranya?. Jika Anda mengalami jenis jerawat seperti ini Anda dapat menggunakan pengobatan alternatif, seperti diet atau puasa Daud (bagi orang Islam). Sebab diet asam dan puasa berkontribusi positif terhadap rosacea.

Dalam diet seseorang akan mengonsumsi kecukupan gizi secara seimbang sehingga dapat mengurangi efek rosacea pada wajah atau badan. Hal ini karena dapat menangkis efek racun dari keasaman. Diet makanan juga dapat dilakukan seperti banyak mengonsumsi sayuran (wortel, bayam), almond, sup dan beberapa jus, gula rendah buah-buahan, salad dan minyak omega, serta banyak air murni sebanyak 2-3 liter per hari.

Selain itu, jika Anda berpuasa secara rutin sebagaimana puasa Daud (puasa selang-seling dalam sehari: sehari puasa dan sehari tidak seterusnya) juga dapat mengurangi keparahan jerawat tipe ini. Sebab dengan puasa kerja pencernaan dapat beristirahat maka sehingga metabolismenya lancar. Dan yang lebih penting, sel-sel atau kelenjar yang memproduksi minyak sebagai penyebab jerawat juga dapat dikontrol.

Dalam keadaan tertentu, kapur barus juga dapat digunakan untuk mengobati jerawat tipe ini. Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh El-Shazly et al (2004) menyebutkan bahwa seorang pasien jerawat rosacea dirawat dengan menggunakan 1/3 minyak kamper glycerol dan 500 mg metronidazol selama lima belas hari. Hasilnya cukup sukses dan tidak ada efek samping.

Namun demikian, penelitian ini tidak secara khusus menyebutkan bahwa minyak kamper sebagai suatu unsur yang efektif untuk perawatan. Sebab secara lebih lanjut, kamper dapat mengiritasi kulit dan dapat menyebabkan hepatotoksisitas reversible dalam kasus-kasus berat.

Itulah jenis-jenis jerawat, pencegahan dan pengobatannya.


Thursday, 2 April 2015

Inilah Obat Dokter Khusus Jerawat Yang Banyak Tersedia di Apotek


obat khusus jerawat
Bagi Anda yang kurang percaya dengan tips dan perawatan jerawat secara konvensional, Anda bisa melakukan perawatan melalui obat-obat dokter atau medis. Karena jerawat merupakan salah satu gangguan kesehatan, maka ilmu kedoteran sudah memiliki beberapa obat untuk mengatasinya. Apa saja jenis obat dokter yang digunakan untuk mengatasi jerawat di wajah?

Sebelum memulai terapi perawatan, berkonsultasilah terlebih dahulu kepada dokter Anda baik itu mengenai jenis, kondisi dan kelainan kulit Anda, jerawat, noda hitam, pelebaran pembuluh darah dan lainnya. Hal ini penting Anda lakukan karena dapat memberi bekal pengetahuan bagi Anda tentang jerawat dan permasalahan yang sedang Anda hadapi. Sehingga Anda dapat ilmu sekaligus s pengetahuan baru tentang jerawat.

Dalam hal pengobatan, sebenarnya banyak sekali obat dokter yang tersedia untuk mengobati segala bentuk jerawat. Obat perawatan utama untuk jerawat biasanya bekerja dengan baik. Berikut ini adalah beberapa obat yang telah tersedia di apotek obat.

Obat Jerawat yang Mengandung Benzoil Peroksida (Benoxyl, Benzac, Clearasil)
Obat ini berfungsi untuk membunuh bakteri penyebab jerawat, yang dianggap berperan dalam timbulnya jerawat. Bakteri tersebut adalah P. Acne. Selain itu, benzoil peroksida dapat menyebabkan pengeringan dan mengelupas dari kulit. Hal ini tentunya dapat membantu mencegah pori-pori menjadi tersumbat. Sebab sebagaimana kita ketahui, pori-pori tersumbat dapat berkembang menjadi jerawat.

Alpha-hidroxy acid
Obat ini juga dapat berfungsi untuk mengeringkan luka dan dapat membuat lapisan kulit teratas mengelupas. Sehingga dapat membantu mengangkat sel- kulit mati dan membuka pori-pori yang tersumbat. Bentuk obat ini bermacam-macam ada yang berbentuk moisturizer, cleanser, krim mata, dan sunscreens.

Salicylic acid (Clearasil, Propa pH, Stri-Dex)
Obat ini dapat membantu dalam mengeringkan luka di kulit wajah yang terkena jerawat dan menyebabkan lapisan kulit teratas mengelupas. Sehingga dapat membantu dalam pergantian kulit yang mati, membuka pori-pori yang tersumbat penyebab jerawat berlebih. Pengeringan dapat membantu mengurangi peradangan pada jerawat.

Obat Antibiotik
Antibiotik dapat mengobati jerawat paling yang tergolong inflamasi, yaitu jerawat papule dan pustule. Obat ini dapat bekerja dengan membunuh bakteri penyebab jerawat dan mengurangi kemerahan serta bengkak jerawat yang sedang meradang. Antibiotik ini dapat dioleskan langsung pada kulit karena dapat berupa gel dan lotion, atau diminum jika berbentuk pil. Kita juga dapat mengombinasikan 2 obat secara bersama-sama karena dinilai sangat efektif dalam mengobati jerawat. Obat yang dapat digabungkan ialah antibiotik dan jenis benzoil peroksida. Hal ini dapat mencegah resistensi bakteri terhadap antibiotik.

Antibiotik biasanya dapat memberi efek samping jika dipakai melalui mulut jika dibanding dalam bentuk gel atau lotion. Hal ini karena obat antibiotik apabila diminum akan dapat berinteraksi dengan obat lain seperti pil KB. Sehingga memberi efek samping pada pengguna. Namun apabila Anda sedang menggunakan obat dalam bentuk gel atau lotion, hindarilah sengatan matahari secara langsung, sebab sengatan matahari dapat membuat kulit seperti terbakar pada beberapa orang. Berikut ini beberapa jenis obat antibiotik.

1). Retinoid
Obat-obatan ini terbuat dari vitamin A (retinoid) yang berguna dalam mengobati beberapa jenis lesi jerawat. Retinoid topikal efektif dalam perawatan jerawat yang meradang dapat juga digunakan untuk mengobati jenis jerawat komedo dan whiteheads.

2). Topical retinoid
Dapat dioleskan langsung pada kulit yang sedang terkena jerawat. Hal ini dapat membantu dalam membuka pori-pori yang tersumbat dengan menciptakan efek pengelupasan secara ringan. Pengeringan kulit dapat menjadi sering efek samping yang membantu penyembuhan. Sedangkan, oral retinoid dapat disandingkan untuk perawatan jerawat yang lebih besar seperti tipe nodular jerawat atau peradangan parah pada jerawat, yang tidak dapat ditangani oleh obat lain. Selain itu, jenis obat ini juga dapat membantu mengurangi produksi minyak oleh kelenjar minyak.

Bagi Anda yang ingin mengonsumsi obat ini haruslah berhati-hati karena memiliki efek samping yang serius. Di antaranya, pertama, dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi bagi perempuan yang sedang hamil apabila sang ibu menggunakan obat ini. Kedua, obat ini juga dapat merangsang peningkatan lemak darah (trigliserida) dan kerusakan pada hati. Oleh sebab itu, dokter dapat merekomendasikan beberapa tes darah untuk memeriksa masalah ini misalnya apakah Anda tidak mengalami kehamilan atau efek lainnya.

Bagaimana penggunaannya?.
Obat ini juga dapat dikombinasikan dengan obat yang mengandung retinoid adapalene dan benzoil peroksida. Pada pasien yang lebih tua dan usia 12 tahun dapat digunakan sekali sehari. Rata-rata pada umumnya pengobatan jerawat dilakukan selama 1-3 minggu pertama pengobatan. Bila belum ada perubahan dapat dilakukan selama 1 bulan untuk melihat hasilnya. Hal ini dikarenakan proses pendorongan sumbatan jerawat dari dalam kulit ke permukaan kulit membutuhkan waktu sekitar 28 hari. Untuk kasus tertentu dibutuhkan pengobatan 3-4 bulan.

Injeksi KIL (Kenacourt Intra Lesion)
Seorang dokter dapat menyuntikkan antiradang pada jerawat dengan menggunakan KIL. Dengan suntikan tersebut jerawat yang besar dapat menjadi kempis, memudar dan akan hilang hanya dalam waktu yang biasanya terjadi adalah 1-2 hari. Penyuntikkan ini dapat memberi efek samping jika yang menyuntik belum ahli. Misalnya penyuntikkan terlalu dalam sehingga dapat mengenai pembuluh darah sehingga mengakibatkan menjadi bengkak besar. Lebih-lebih jika alat suntik dan tangan dokter tidak steril maka dapat mengakibatkan timbunan nanah.

Selain itu, obat yang diberikan terlalu kental atau banyak dosisnya, maka kulit akan menjadi amblas ke bawah dan warna kulitnya menjadi pucat. Namun hal ini hanya sementara sifatnya, jadi tidak perlu khawatir. Tetapi sebagai seorang dokter hendaknya harus hati-hati dalam melakukannya. Sehingga tidak menimbulkan efek samping yang justru akan membahayakan si pasien. Dan nanah yang membengkak agar sebaiknya dikelupas keluar nanahnya agar penyembuhannya lebih cepat.

Itulah beberapa Jenis Obat Dokter Khusus untuk Mengatasi Jerawat di Wajah Yang Banyak Tersedia di Apotek, dokter atau klinik kecantikan.

Wednesday, 1 April 2015

Pengertian Jerawat dan Efeknya Bagi Remaja


pengertian jerawat
Apa itu jerawat?. Dalam bahasa Inggris jerawat disebut dengan nama acne. Menurut wikipedia, jerawat adalah suatu kondisi abnormal pada kulit akibat adanya gangguan berlebihan pada produksi kelenjar minyak (sebaceous gland) yang menyebabkan penyumbatan saluran folikel rambut dan pori-pori kulit. Ada juga yang menyebutkan bahwa jerawat merupakan suatu kondisi umum/lazim pada kulit yang timbul karena perpaduan minyak berlebih, kotoran dan sel-sel kulit mati yang menyumbat pori-pori kulit.

Bakteri penyebab jerawat akan tumbuh dalam perpaduan ini dan berkembang biak. Jika tetap dibiarkan, pori-pori yang tersumbat akan membengkak dan mengeluarkan nanah. Peradangan pada kulit terjadi jika kelenjar minyak yang memproduksi minyak kulit (sebum) terjadi secara berlebihan. Sehingga terjadilah penyumbatan pada saluran kelenjar minyak dan pembentukan komedo (whiteheads) dan seborrhea. Apabila sumbatan membesar, komedo terbuka (blackheads) dan muncul sehingga terjadilah interaksi dengan bakteri jerawat.

Jerawat biasanya menyerang daerah muka, dada, punggung dan tubuh bagian atas lengan. Hal ini juga sering mempengaruhi kebanyakan remaja sampai batas usia tertentu. Namun demikian, penyakit ini tidak terbatas pada setiap kelompok umur; orang dewasa berusia 20-an, dan bahkan usai 40-an masih bisa terkena jerawat. Meskipun tidak mengancam kondisi kehidupan, jerawat dapat mengganggu dan menodai. Ketika parah, dapat menyebabkan jerawat serius dan parut permanen. Bahkan lebih sedikit kasus yang parah dapat menyebabkan jaringan parut.

Jerawat secara psikologis dapat menimbulkan efek kejiwaan pada diri seseorang. Biasanya adalah krisis kepercayaan (tidak percaya diri) atau minder dan bahkan bisa berujung pada depresi. Masalah konsep diri yang sering terganggu pada diri remaja dengan munculnya jerawat adalah adanya gambaran diri (body image) dan harga diri yang rendah.

Sebab sebagaimana kita ketahui, pada masa remaja fokus individu terhadap fisik lebih menonjol dari periode kehidupan lainnya. Remaja menganggap bentuk tubuh merupakan bagian dari gambaran diri. Sehingga jika bentuk tubuh atau muka pada remaja menderita jerawat tentunya dapat mengakibatkan perubahan bentuk tubuh dari remaja tersebut.

Tentunya kondisi ini secara tidak langsung akan berdampak pada interaksi atau hubungan sosial di lingkungan. Biasanya remaja menjadi minder dan merasa tidak percaya diri, di mana hal ini dapat mengakibatkan rendahnya harga diri. Akan tetapi, tidak semua remaja yang berjerawat mengalami gangguan konsep diri semacam itu. Pendidikan, pekerjaan, dan pengetahuan yang didapat dari media seperti televisi dan media massa yang dilihat oleh remaja menjadi faktor pembentukan konsep diri tersebut. Jika faktor-faktor tersebut berperan dengan baik, maka remaja tidak akan mengalami pengaruh psikologis seperti itu.

Tuesday, 31 March 2015

Mengerikan! Inilah Bakteri Biang Keladi Terjadinya Jerawat di Wajah


penyebab jerawat
Jerawat Memang menjadi Problem utama kesehatan dan kecantikan remaja masa kini. ternyata, biang keladi yang menyebabkan terjadinya proses tumbuhnya jerawat di wajah kita selama ini salah satunya bakteri ini.

Jerawat terjadi ketika “keratin” yang lepas tertumpuk di kulit dan mengakibatkan tersumbatnya muara kelenjar unit pilosebaseus. Nah, penyumbatan tersebut menyebabkan getah kelenjar pilosebaseus tidak dapat keluar dan pada akhirnya timbullah tonjolan pada permukaan kulit yang kemudian kita sebut dengan jerawat.

Penyumbatan tersebut akan menjadi lebih parah apabila terjadi infeksi yang disebabkan oleh bakteri propionibacterium. Sehingga terjadilah yang namanya peradangan. Sedangkan kelenjar minyak pada kulit dalam tubuh banyak terdapat pada daerah muka, sementara di daerah leher, dada atas dan punggung sedikit. Jerawat yang terjadi akibat adanya penyumbatan pada kelenjar minyak kulit prosesnya sebagai berikut.

Masa Pubertas
Pada masa ini tubuh mengalami perubahan hormonal disertai dengan peningkatan jumlah kelenjar minyak. Peningkatan produksi minyak mengakibatkan muara kelenjar tersumbat dan timbul bintil-bintil kasar pada kulit (komedo). Selain itu, penyumbatan dapat pula terjadi akibat sisa kulit mati, sisa kosmetik atau kotoran pada kulit. Munculnya jerawat sering terjadi pada masa pubertas yaitu antara usia 14-19 tahun.

Hal ini disebabkan oleh perubahan hormon pada remaja itu tadi. Sedangkan cara untuk mendeteksi sejak dini terhadap timbulnya jerawat sangat sulit, sebab sebelum masa pubertas kulit anak akan mengalami pengelupasan tiga minggu sekali. Sedangkan ketika remaja, kulit mengelupas empat minggu sekali.

Apalagi, hasil dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 85% populasi manusia mengalami jerawat pada usia 12-25 tahun, 15% populasi mengalaminya hingga usia 25 tahun. Jika tidak teratasi dengan baik, gangguan jerawat dapat menetap hingga usia 40 tahun.

Menggaruk atau Mengeluarkan Secara Paksa
Jerawat dapat terjadi dan menyebar lagi apabila si penderita menggaruk atau mengeluarkan jerawat dengan jari. Hal ini mengakibatkan jerawat terinfeksi menjadi pentolan merah yang agak sakit bila ditekan (papule atau nodule) dan bernanah (pustule). Sehingga jerawat tersebut dapat membuat bekas hitam dalam kulit wajah atau disebut dengan noda jerawat.

Sedangkan menurut Irene Trisbiantara (2008), mengidentifikasi faktor yang menjadi proses terjadinya jerawat d
Kelenjar minyak di dalam kulit manusia itu memiliki saluran yang berhubungan dengan dunia luar. Saluran tersebut dilapisi oleh folikel. Namun ada kalanya folikel-folikel tersebut menebal dan sulit lepas sehingga sebum (minyak) yang dihasilkan oleh kelenjar menjadi tersumbat.

Peningkatan Produksi Sebum
Minyak di permukaan kulit adalah campuran yang kompleks sebum, lipid (dari permukaan sel-sel kulit), dan keringat. Sebum dihasilkan oleh kelenjar sebaceous. Kelenjar sebaceous pada wajah seperti pada dahi dan dagu lebih besar dan lebih banyak daripada di tempat lain (hal ini sampai 400-900 kelenjar per square senti meter). Kelenjar sebaceous sendiri terdiri dari lobus yang dihubungkan oleh saluran yang berjajar dengan sel di permukaan kulit. Sebagian besar kelenjar sebaceous membuka ke folikel rambut dan terbuka secara otomatis langsung ke permukaan kulit.

Nah, produksi sebum ini berada di bawah kontrol hormon seks atau yang biasa disebut androgen. Androgen yang paling aktif adalah testosterone. Hormon-hormon tersebut dibuat oleh kelenjar seks yaitu, ovarium pada wanita, testis pada laki-laki dan oleh kelenjar adrenal. Kelenjar ini pada gilirannya di bawah pengaruh kelenjar hipofisis, yang terletak di otak. Sementara itu, androgen dibuat lebih aktif oleh enzim di kulit dan organ seksual. Ini lebih aktif merangsang androgen sel kelenjar sebaceous untuk menghasilkan lebih banyak sebum.

Inflamasi
Sebum merupakan makanan bagi bakteri P. acnes. Sebum kemudian dipecah menjadi asam lemak bebas. Asam lemak bebas yang semakin banyak akhirnya dipecah lagi. Hal ini bukan sesuatu yang normal terjadi. Sehingga oleh tubuh dianggap sebagai suatu benda asing dan terjadilah reaksi imun (kemotaktik) dan inflamasi. Hasil dari inflamasi yang terjadi di dalam kulit dapat kita lihat dari luar. Yakni dengan munculnya jerawat yang merah, terasa nyeri, lama-lama berisi pus (nanah), dan sering kali dipecahkan.

Itulah bakteri biang keladi terjadinya jerawat di wajah, mengerikan bukan?

Monday, 30 March 2015

Inilah 11 Faktor Penyebab Jerawat, Kenali Agar Anda Terhindar


penyebab jerawat

Jerawat memang susah dihindari. Namun dengan mengetahui faktor-faktor penyebab munculnya, Anda bisa mencegah, menghindari atau bahkan mengatasinya.

Berikut ini factor-faktor yang dapat menyebabkan seseorang berjerawat, menurut Ary Wulandari (2009) dan beberapa sumber lain.

Faktor Stres
Stres merupakan sebuah kondisi kejiwaan seseorang yang mengalami tekanan. Mengapa stres dapat memicu timbulnya jerawat. Hal ini karena antara stres dan jerawat memiliki hubungan yang saling mempengaruhi. Jika seseorang memiliki jerawat banyak bisa jadi orang tersebut stres karena tidak percaya diri, begitu juga sebaliknya jika seseorang itu stres maka akan memicu produktivitas hormon dan akan memperbanyak produksi kelenjar minyak. Memang jerawat di wajah sering mengganggu penampilan wajah wanita atau bahkan pria, akan tetapi banyak unsur yang dapat memicu timbulnya jerawat di wajah, salah satunya ialah stres.

Stres juga dapat menyebabkan kulit tidak cantik karena terjadi perubahan pada kulit dan muka wajah yang cenderung cemberut dan tidak positif. Kondisi ini akan membuat wajah tampak kusam, karena perubahan sel-sel yang membuatnya menjadi cemberut. Apalagi jika terjadi stres dengan disertai tingkat emosional yang tinggi, maka muka seseorang akan kelihatan hitam menyeramkan dan menakutkan. Jika wajah terbiasa dengan kondisi seperti ini maka yang akan muncul atau membekas dalam raut wajah ialah penampilan yang menakutkan, tidak bersahabat, cemberut dan sejenisnya. Hal ini karena sel-sel dalam kulit wajah sudah diajak terbiasa dengan kondisi wajah yang demikian.

Faktor Genetik atau Keturunan.
Keturunan merupakan faktor bawaan dari orang tua yang tidak dapat diubah. Terhadap suatu penyakit tertentu, faktor keturunan atau gen biasanya memang senantiasa menghinggapi seseorang. Jika orang tuanya menderita atau mempunyai riwayat penyakit tertentu maka keturunannya yaitu anaknya juga biasanya akan mengalami nasib yang sama meskipun kadang tidak separah orang tuanya. Atau malah lebih parah dari orang tuanya jika ada pengaruh atau faktor lain yang dapat memicunya.

Nah, penyakit jerawat pun juga demikian. Jika orang tua Anda merupakan penderita jerawat pada waktu masih muda (karena kemungkinan kalau udah usia lanjut mereka sudah tidak berjerawat lagi), maka sangat dimungkinkan jerawat yang Anda peroleh sekarang ini merupakan hasil dari keturunan genetika bapak atau ibu Anda. Sebab secara genetik penyakit dalam hal ini jerawat, bisa diturunkan kepada Anda. Sejarah jerawat keluarga Anda bisa menyumbang pada keberadaan jerawat Anda saat ini.

Oleh sebab itu, gen atau keturunan juga dapat menyebabkan timbulnya jerawat. Hal ini terkait kondisi atau jenis kulit wajah dari orang tua Anda. Sebab jika kondisi atau jenis kulit wajah orang tua Anda berminyak maka kulit wajah Anda akan menirukannya. Dan sebagaimana kita ketahui sebelumnya bahwa kulit berminyak merupakan salah satu yang sangat riskan terhadap munculnya jerawat.

Faktor Hormonal
Faktor ini menitikberatkan pada aktivitas hormon. Maksudnya, adanya proses perubahan atau siklus hormonal yang terjadi pada seseorang. Misalnya ketika seseorang menginjak masa pubertas atau kedewasaan. Maka orang tersebut akan memproduksi hormon seks (lelaki) yang disebut androgens yang lumayan banyak. Sehingga hal ini dapat menyebabkan glands (kelenjar minyak) menjadi tambah banyak dan sebum (kelenjar minyak) pun tambah banyak pula (salah satu penyebab munculnya jerawat secara teknikal). Selain itu, pada masa siklus menstruasi bagi perempuan bisanya juga akan terjadi perubahan hormonal yang dapat mengakibatkan timbulnya jerawat.

Salah satu faktor penting yang menyebabkan timbulnya jerawat adalah meningkatnya produksi hormon testosterone, yang dimiliki oleh tubuh pria maupun wanita. Hormon testosterone yang terdapat dalam tubuh pria maupun wanita memicu timbulnya jerawat dengan merangsang kelanjar minyak (sebaceous gland) untuk memproduksi minyak kulit (sebum) secara berlebihan. Produksi minyak berlebih inilah yang dapat menyebabkan timbulnya jerawat.

Faktor Kelenjar Minyak Yang Hiperaktif
Beberapa sumber mengatakan, kelenjar minyak yang terlalu berlebihan dapat dimungkinkan karena salah makan atau memang sudah menjadi genetik seorang penderita jerawat. Kelenjar minyak pada seseorang akan bertambah banyak apabila seseorang memakan makanan yang banyak mengandung minyak. Semakin banyak kelenjar minyak maka produksi minyak juga akan semakin bertambah. Inilah yang disebut dengan kelenjar minyak yang hiperaktif. Minyak yang hiperaktif akan membuat tersumbatnya folikel dan di sisi lain akan semakin memperbanyak pori-pori di kulit. Sehingga jerawat yang muncul pun akan semakin banyak pula.

Faktor Menumpuknya Sel Kulit Mati
Kulit mati yang menumpuk dan terakumulasi akan menyebabkan tersumbatnya folikel dan pori-pori pada kulit. Sebagaimana penjelasan di atas, bahwa kondisi ini dapat menyebabkan timbulnya jerawat. Hal ini karena kelenjar minyak tidak dapat keluar oleh tidak adanya jalan keluar. Sehingga terbentuklah yang namanya komedo. Kondisi ini jika semakin parah dapat menjadi jerawat yang terinfeksi oleh bakteri jerawat.
Sel kulit mati dapat menyebabkan tersumbatnya saluran folikel pada rambut. Sedangkan kulit yang rawan terserang jerawat cenderung memproduksi lebih banyak sel kulit Mati daripada kulit normal. Produksi sel kulit mati yang terlalu banyak dan tidak terbuang dengan baik disebut dengan retention hyperkeratosis. Hal ini dapat menyebabkan penyumbatan yang akhirnya mengakibatkan jerawat (karena kelenjar minyak tidak dapat keluar melalui folikel rambut).

Faktor Adanya Bakteri di Pori-pori
Jerawat memang bukan termasuk penyakit yang menular, namun beberapa keterangan mengindikasikan bahwa bakteri dapat menyebabkan atau merangsang timbulnya jerawat di wajah. Nah, bakteri yang berada di dalam pori-pori kulit tersebut dapat menyebabkan munculnya jerawat. Pada masa pubertas, jumlah bakteri pada permukaan kulit meningkat. Bakteri tersebut ialah Proprionibacterium acnes ( P. Acnes) dan sstaphylococcus epidermidis.

Dua jenis bakteri ini merupakan bakteri yang dapat merangsang timbulnya jerawat sedangkan khusus P. acnes merupakan jenis bakteri anaerobe. Meski demikian, keparahan suatu jerawat tidak bergantung pada jumlah bakteri pada permukaan kulit atau di saluran sebaceous (lorong dari kelenjar minyak).

Sementara itu, jumlah dan aktivitas dari P. acnes bakteri jerawat bervariasi sesuai dengan pasokan oksigen, nutrisi penawaran dan pH. Bakteri P. acnes sendiri dapat menghasilkan enzim aktif dan mediator inflamasi yang dapat berkontribusi pada kemunculan jerawat, termasuk lipases. Lipases dapat mengkonversi trigliserida pada sebum untuk asam lemak bebas.

Sedangkan Asam lemak bebas dapat meningkatkan penggumpalan dari bakteri dan kolonisasi sehingga saluran menjadi tersumbat. Kondisi ini akan menyebabakan peradangan pada kulit wajah. Sehingga jenis jerawat yang timbul ialah jerawat dengan disertai peradangan pada kulit.

Faktor Iritasi Kulit atau Adanya Garukan
Iritasi kulit atau adanya garukan pada kulit dapat juga menyebabkan timbulnya jerawat. Hal ini karena iritasi atau garukan pada kulit dapat menyebabkan rusaknya permukaan kulit wajah. Sehingga kelenjar minyak atau pori-pori kulit juga menjadi rusak. Kelenjar minyak tidak dapat mengeluarkan minyak secara normal karena pori-porinya telah tersumbat oleh garukan.

Faktor Anabolic Steroid
Anabolic steroid dapat merangsang produksi minyak di kulit. Minyak yang dihasilkan oleh anabolic steroid ini lumayan banyak sehingga mengundang beberapa jenis bakteri untuk mendiaminya. Sehingga dapat menyumbat minyak dan menyebabkan terjadinya jerawat.

Faktor Lingkungan
Lingkungan sekitar juga dapat menyebabkan kondisi yang membuat terangsangnya jerawat menjadi tumbuh. Misalnya kelembaban yang tinggi dapat menyebabkan pembengkakan pada kulit. Sehingga muncullah iritasi pada kulit sehingga merusak pori-pori yang mengeluarkan minyak. Selain itu, berada dalam lingkungan dengan kadar chlorine yang tinggi, terutama chlorinated dioxins, dapat menyebabkan jerawat serius yang disebut dengan Chloracne

Faktor Diet
Diet memang jarang dianggap sebagai faktor atau agen pemicu terjadinya jerawat. Namun diet dapat dikaitkan dengan terjadinya hyperglycemia atau peningkatan kadar gula dalam darah baik secara mendadak atau perlahan (kronis). Nah, kondisi ini ternyata berpengaruh pada proses keratinisasi dan peran hormon androgen pada proses patofisiologi terjadinya jerawat. Menurut hasil studi terbaru dari American Journal of Clinical Nutrison pada Juli 2007 menyebutkan bahwa ada pengaruh faktor diet atau nutrisi khususnya pada sisi glycemic load (GL) dalam menyebabkan jerawat.

Menurut penjelasan Ary, Glycemic index (GI) merupakan suatu sistem peringkat untuk menilai seberapa cepat glukosa atau gula dari suatu jenis makanan memasuki aliran darah, atau dapat dikatakan seberapa cepat karbohidrat dalam makanan dapat meningkatkan kadar gula darah. Berbeda dengan GI, GL tidak hanya menilai seberapa cepat glukosa dari makanan memasuki peredaran darah, tetapi juga menilai seberapa banyak glukosa yang terkandung dari makanan tersebut. Sehingga GL lebih menilai secara keseluruhan. GL dinyatakan sebagai peringkat standar saji dari suatu makanan untuk dapat meningkatkan kadar gula darah.

Makin rendah GL, makin kecil kemampuan makanan yang disajikan memicu peningkatan gula darah secara berlebihan. Makanan dengan GL yang tinggi dapat meningkatkan kadar gula dalam darah sehingga terjadi suatu kondisi hiperinsulinemia. Kondisi ini akan meningkatkan kadar IGF 1 (insulin like growth factor) yang merangsang terjadinya jerawat lewat peningkatan proses keratinisasi pada folikel polisebasea dan stimulasi hormon androgen yang mengakibatkan produksi minyak atau sebum.

Faktor Kesehatan
Ada anggapan yang kurang tepat di tengah masyarakat kita mengenai debu dan jerawat. Mereka menganggap debu atau kotoran dari luar merupakan penyebab utama terjadinya jerawat. Kemungkinan kesalahpahaman ini lahir dikarenakan blackheads (komedo hitam terbuka) tampak seperti kotoran yang tersangkut dalam pori-pori kulit yang terbuka. Yang benar ialah, warna hitam pada kulit wajah tersebut sesungguhnya bukanlah kotoran melainkan oxidized keratin. Terjadi karena keratin teroksidasi sehingga menjadi hitam.

Nah, keratin yang menyebabkan jerawat muncul itu ada jauh di dalam folikel atau saluran rambut di mana mustahil untuk dibersihkan. Penyumbatan oleh keratin ini pada dasarnya terjadi karena kesalahan atau kegagalan gerakan aliran sel untuk berpisah dan muncul ke permukaan kulit dari minyak kulit yang diproduksi oleh tubuh.

Itulah 11 Faktor Penyebab Jerawat yang biasa menyerang wajah Anda. Kenali Agar Anda Terhindar dari masalah menjengkelkan tersebut.